Mengenal Museum Gajah

Museum
Gajah banyak mengoleksi benda-benda kuno dari seluruh Nusantara. Antara lain yang termasuk
koleksi adalah arca-arca kuno, prasasti, benda-benda
kuno lainnya dan barang-barang kerajinan. Koleksi-koleksi tersebut
dikategorisasikan ke dalam etnografi, perunggu, prasejarah, keramik, tekstil, numismatik, relik
sejarah, buku langka dan benda berharga.
Catatan
di website Museum Nasional Republik Indonesia pada tahun 2001 menunjukkan bahwa
koleksi telah mencapai 109.342 buah. Jumlah koleksi itulah yang membuat museum
ini dikenal sebagai yang terlengkap di Indonesia. Pada tahun 2006 jumlah
koleksi museum sudah melebihi 140.000 buah, meskipun hanya sepertiganya yang
dapat diperlihatkan kepada khalayak.
Sebelum
gedung Perpustakaan
Nasional RI yang terletak di
Jalan Salemba No. 27, Jakarta Pusat
didirikan, koleksi Museum Gajah juga meliputi naskah-naskah manuskrip kuno. Naskah-naskah tersebut dan
koleksi perpustakaan Museum Gajah lainnya kini disimpan di Perpustakaan
Nasional.
Sumber
koleksi banyak berasal dari penggalian
arkeologis, hibah kolektor sejak masa Hindia Belanda dan pembelian.
Koleksi keramik dan koleksi etnografi Indonesia di museum ini cukup lengkap.
Koleksi
yang menarik adalah patung Bhairawa. Patung yang
tertinggi di Museum Nasional ini (414 cm) merupakan manifestasi dari Dewa Lokeswara atau Awalokiteswara, yang merupakan perwujudan Boddhisatwa (pancaran Buddha) di Bumi. Patung ini berupa
laki-laki berdiri di atas mayat dan deretan tengkorak serta memegang cangkir
terbuat dari tengkorak di tangan kiri dan keris pendek dengan gaya Arab di tangan
kanannya. Diperkirakan, patung yang ditemukan di Padang
Roco, Sumatera Barat
ini berasal dari abad ke 13 - 14.
Koleksi
arca Buddha tertua di museum ini berupa arca Buddha Dipangkara
yang terbuat dari perunggu disimpan dalam Ruang Perunggu dalam kotak kaca
tersendiri. Sementara itu, arca Hindu tertua di Nusantara, yaitu Wisnu
Cibuaya (sekitar abad ke-4 M) terletak di Ruang Arca Batu.
Koleksi ini dipajang tanpa teks label dan terhalang oleh arca Ganesha dari Candi Banon.
Aktivitas
Museum Nasional Indonesia memiliki aktivitas setiap
minggunya yang dimaksudkan untuk meningkatkan minat masyarakat terhadap sejarah, artefak, dan museum. Setiap akhir pekan pagi hingga
siang hari di Hall B selalu ada kegiatan seperti membatik, belajar tari
tradisional, dan Pentas Dongeng yang bekerja sama dengan Teater Koma. Pentas Dongeng membawa peserta
mempelajari masa lalu melalui cerita menarik dan lakon yang mudah dipahami.
Komentar
Posting Komentar